Dinamika perkembangan islam modern di Indonesia mengalami kemunduran di sektor politik sangat luar biasa. Setiap kali kontestasi elektoral, partai islam maupun kekuatan-kekuatan islam tidak solid dan cenderung terfragmentasi.
Gerakan politik islam di Indonesia sangat parsial, pragmatis, dan transaksional. Orientasi kekuasaan yang sempit membuat kekuatan-kekuatan politik islam ini saling makan satu sama lainnya.

Tidak ada ruang untuk mereka membangun kolaborasi, yang menonjol justru kompetisi tidak sehat terjadi di internal Islam itu sendiri.
Parsialitas gerakan inilah yang pada akhirnya membuka ruang buat kelompok-kelompok nasionalis ini tampil sebagai trendsetter dalam kekuasaan dan organisasi muslim hanya bisa berada pada posisi sebagai followers.
Persoalan lainnya, pimpinan-pimpinan parpol islam terlibat korupsi yang membuat reputasi dan kredibilitas partai islam semakin tidak populer dikalangan pemilih muslim. Hal inilah yang membuat parpol islam ditinggalkan sama pemilih muslim.
Menyikapi situasi diatas, penting untuk dilakukan terobosan dengan merubah mindset pemikiran politik islam di Indonesia.
Wajah perpolitikan islam di Indonesia harus direformasi total dan menyesuaikan dengan ekspektasi publik. Langkah ini penting dilakukan agar orientasi dan visi umat di waktu-waktu yang akan datang bisa terwujud.
